Kenali dirimu, Kamulah Managernya 

Saat itu pikiranku dan hatiku terus bergejolak, aku ingin bisa bermanfaat! batinku. Aku ingin bisa produktif, aku ingin seperti mereka yang gunakan waktunya untuk terus bergerak. Pikiranku mulai menelisik diriku, aaah apakah yang bisa diandalkan. Aku tak secerdas itu, aku tak sekaya itu, akupun tak rajin. Apakah angan ku ini hanya mimpi ? Apakah aku senaif itu kalau hanya mimpi ? Apakah aku setakut itu untuk bertindak ? Tapi bagaimana aku harus memulainya ? 
Pikiran ini selalu menghantui hingga malam berlalu dan pagi baru datang, tapi aku tak melakukan apapun! Sedih ya? Tapi setelah sekian lama berpikir, aku sadar harus aku bersyukur karena aku sadar, masa gak sadar terus! Iya bersyukur karena mengalami gelisah ketika tidak mampu bermanfaat. Menimbulkan kesadaran tak mudah juga sih. Jadi harus bersyukur batin ku.
Tiba-tiba aku melihat buku kakakku judulnya La Tahzan. Wah ini nih aku baru sadar kalau tak perlu mencemaskan sesuatu yang belum terjadi, ya kadang memang yang bikin takut bertindak itu karena pikiran sudah cemas duluan sebelum bertindak .Terus aku juga sadar kalau semua tindakan itu sumbernya dari pikiran, dan pikiran itu harusnya kita yang kendalikan. Kalau kata ust. Felix pemikiran itu adalah bagian dari Habits, jadi pantas tindakan kita takkan berubah jika pikiran tak berubah. 

20 Maret 2019
Waktu itu aku ingat disuruh jadi narasumber talkshow, dan aku kebagian sharing manajemen diri nih. Aku nih belajar disini kalau manajemen diri itu manajemen emosi. Dan manajemen waktu itu bagian dari kita bisa mengendalikan emosi.
Wah jadi pembicara malah aku yang belajar.
Aku mulai ingat aku mulai berubah itu saat aku mengambil prinsip "jangan gabut, gabut itu gak enak"
Karena gak mau gabut aku baca buku 7 Habits Of Highly Effective, disitu dijelasin banyak tentang memahami dirimu dahalu, terus kamu akan tau mana yang jadi prioritas mu. Just do it.! Lakukan aja dulu, kendalikan emosi mu dan mulailah. Kalau dari buku ust. Felix  "How to master you Habits" habits baru termasuk pemikiran itu hanya butuh 2 hal yaitu practice and repetition.

Jadi yang tau aku, ya diriku, aku manager diriku, bukan waktu, bukan jabatan, bukan uang. Yang bisa mengatur aku ya diriku. So kenali dirimu. Dan jangan samakan dirimu dengan orang lain, itu hanya menyiksa mu. Karena sekuntum mawar tidak akan pernah jadi bunga matahari.
Kenali yuk jawab pertanyaan ini :
Apa tujuan hidupmu ?
Apa keinginan terbesarmu ?
Apa yang jadi prioritas mu ?
Apa yang membuat mu bahagia ?*

Note *bahagia itu soal hati, bukan akal. Prestasi akademik itu hanya akal, takkan jadi bahagia jika tidak melibatkan hati. Carilah tindakan dari hati jika ingin bahagia .

Tips and trik cerdas menyusun plan bagi orang kurang rajin ala Ani, aku ku share next tulisan....