Hadapi Stres, munculkan Kebaikan!
Mulai stress tidak bisa beraktifitas diluar, kehilangan peran karena semuanya dibatasi geraknya, pernyataan itu yang mungkin terlontar, ku mencoba bertanya ke teman yang anak psikologi. Semua itu wajar, tidak berlebihan karena memang kondisi yang tidak normal menimbulkan kecemasan dan stress. Segala aktifitas berbalik, dunia luar yang hiruk pikuk berubah menjadi sepi dirumahaja. Sekolah dan kampus diliburkan, aktifitas ekonomi mulai melemah, beberapa rencana terpaksa diatur ulang. Perkuliahan ditekan dari 7 minggu menjadi 4 mereka.  Pikiran-pikiran positiflah kunci mengendalikan pikiran agar kesehatan mental tetap terjaga.

Menjaga kesehatan mental ditengah pandemi seperti ini adalah hal yang penting. Kalau dari online sharing session CPMH psikologi UGM ada beberapa hal yang bisa disimpulkan untuk dilakukan:

1. Mencoba mengenali perasaan tersebut. Cari tau sumbernya. Apakah dari lingkungan atau karena menurunnya iman.

2. Mencari info-info yang tepat kepada ahlinya. Cari penjelasan2 dari sumber yang jelas. 

3. Mendekatkan diri kepada Allah SWT.
 "Sesungguhnya setelah kesulitan ada kemudahan" ( Q.S Al-Insyirah :6). Mendekatkan diri, menambah keyakinan kepada sang pencipta, kesempatan untuk berdekatan dengan Allah SWT.

4. Menenangkan diri dengan menarik nafas 6 kali setiap kecemasan muncul. Lalu berdizikir mengingat Allah SWT, dan meminta ampunan kepada Allah SWT.

5. Mengatur agar mendapat informasi yang tepat, kurangi mengonsumsi info-info yang mengandung ketakutan. 

6. Berolah raga secara teratur. Tidak bisa keluar bukan berarti membatasi aktifitas fisik. Bisa lakukan senam atau olah raga lain di dalam rumah.

7. Batasi penggunaan media sosial yang menimbulkan virus hati, maksudnya jangan menyiksa diri dengan mengikuti bayangan orang lain di media sosial .Be your self dan ekplorasi dirimu, bukan menghakimi diri.

Kita tidak bisa memilih permasalahan yang akan terjadi, namun kita bisa memilih sikap terhadap permasalahan itu sendiri.
Apakah memilih rebahan seharian, maraton film, baca buku atau melakukan tindakan bermanfaat seperti belajar, bersih-bersih, atau membuat komunitas sosial.   
Sabar dan syukur. 
Sabar untuk setiap musibah dan waktu luang dirumahaja. Syukur untuk setiap ujian dan kesempatan dirumahaja. Banyak saudara-saudara kita yang menaruhkan nyawanya untuk kebaikan. Pilihlah sikap yang tak merugikan sebagai wujud sabar dan syukur. 
Jangan kabur dari permasalahan, takkan ada gunanya.  Jika kesepian, tenanglah, AllahSWT yang selalu ada untuk hamba-Nya. La Tahzan innallah ma'na.